Tolak Kedatangan TKA di Sultra, DPRD Surati Presiden Republik Indonesia

1012
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan penolakan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) kepada Presiden Republik Indonesia.

Hal ini merupakan hasil rapat paripurna DPRD Sultra pada Rabu 29 April 2020 dengan agenda pembahasan rencana kedatangan TKA di Bumi Anoa.

- Advertisement -

Dalam surat tersebut terdapat empat poin yang disepakati dalam rapat untuk disamapikan kepada orang nomor satu di Indonesia di Jakarta.

Poin pertama, pimpinan DPRD dan Fraksi-Fraksi dalam DPRD Sultra menolak rencana kedatangan TKA di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sampai kondisi dalam keadaan normal dan dinyatakan aman khususnya di Sultra serta memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Poin kedua, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen penuh kesadaran dan disiplin dalam penanganan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 termaksud pelanggaran kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) maupun TKA di Sultra.

Poin ketiga, DPRD Sultra menyampaikan kepada pihak investor khususnya PT. VDNI untuk lebih meningkatkan skil atau kualitas tenaga kerja lokal sehingga bisa bekerja secara maksimal sesuai dengan teknologi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan.

Poin keempat, pemerintah pusat untuk segera membuka kantor perbantuan atau perwakilan Imigrasi di Bandar Udara se Sultra khususnya di Bandara Haluoleo Kendari untuk mempercepat pemeriksaan visa kedatangan WNA di Sultra.

Diberitakan sebelumnya, rencana 500 TKA akam masuk di Sultra melalui Bandara Haluoleo Kendari untuk bekeraja di PT VDNI. Namun kedatangan para pekerja dari Tiongkok ini di tengah pandemi Covid-19 mendapat penlolaka keras dari Pemerintah Provinsi, DPRD dan masyarakat Sultra, karena dianggap meresahkan dan akan menimbulkan masalah baru.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...