Setahun Randi-Yusuf, Mahasiswa Bakar Ban dan Rusak Pagar Besi Depan Polda Sultra

564
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi kembali menggelar demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra, Sabtu 26 September 2020.

Demonstrasi ini dalam rangka memperingati kasus meninggalnya dua mahasiswa Kendari yang diduga ditembak polisi pada 26 September 2019 lalu, atau tepat setahun lalu.

- Advertisement -

Kedua mahasiswa itu adalah Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19). Randi meninggal dengan luka tembak di dada dan Yusuf mengalami luka berat di kepala.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa dijemput kawat berduri di jalan menuju Polda Sultra. Akibatnya, massa merusaknya dengan cara dibakar menggunakan ban bekas.

Usain dirusak, massa kemudian merangsek masuk menuju Polda Sultra namun dihalau barikade aparat kepolisian.

Salah satu massa aksi dalam orasinya menyebut, pengungkapan kasus tewasnya Randi-Yusuf terbilang lamban. Polisi tidak serius mengungkap pelaku dari oknum anggotanya.

“Kami minta Kapolda Sultra turut dicopot karena tidak mampu menuntaskan kasus meninggalnya dua mahasiswa yang ditembak oleh polisi,” kata salah satu orator.

Massa juga meminta agar kasus pengungkapan meninggalnya Yusuf diproses secepatnya agar ada keadilan yang diperoleh keluarga almarhum.

“Saat ini, kasus meninggalnya Yusuf tidak diproses sebagaimana kasus Randi,” bebernya.

Ia melanjutkan, kasus Randi diproses namun setengah hati. Sebab, berdasarkan keterangan sejumlah saksi ahli, terdakwa saat ini Brigadir Abdul Malik bukan satu-satunya pelaku penembakan.

“Harus ada pertanggungjawaban secara institusi oleh kepolisian,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...